Kelana Tenang
Kucari tenang itu di tiap garis dimensi
Kerap kali yang diharap enggan berbagi
Alhasil, kosong.
Cerita itu menyadarkanku satu hal
Bahwa tenang yang selama ini masih menjadi misteri
Tidak ada pada apapun yang diharap
Hanya dimiliki oleh-Nya yang seringkali terabai
Hati rasanya terkoyak, perih
Kaca-kaca air di pelupuk sudah membanjir
Merampas akal yang sombong tegak berdiri
Seolah mampu berdiri tanpa sang Illah
Nyatanya diri ini hanya remahan yang tersisih

0 Comments:
Posting Komentar